Apa dan Bagaimana Memanfaatkan Saluran Pemasaran?

PANDEMI covid-19 membuat banyak orang mengalami  kesulitan dalam berniaga.  Pemberlakuan PSBB, setidaknya, telah memutus  supply chain dari produsen ke pasar-pasar konvesional. Banyak pasar-pasar konvensional  terpaksa tutup atau membatasi  jam operasionalnya karena sepi  kosnumen , termasuk para pelanggan, yang datang membeli  eceran maupun grosir.

“Selama masa pandemi  ini, adanya pemberlakuan PSBB, kami terpaksa menghentikan pasokan dari produsen karena barang-barang lama masih menumpuk belum terjual. Kita lagi kesepian….maksudnya sepi pembeli. Tidak banyak orang yang datang ke sini, para pelanggan yang biasa kulakan juga berkurang, sebagian mengorder lewat WA di hp,” ungkap Wawan Setiawan, pemlik gerai barang-barang kebutuhan pokok di  ITC-Kebon Kelapa, Bandung.

Saluran pemasaran konvensional memang sedang menghadapi masalah. Tentunnya, tidaklah mengherankan bila kemudian saluran pemasaran secara online menjadi alternative bagi para produsen , seiring bertumbuhnya  perusahaan  e-commerce di tanah air.

Sebelum maupun di era pandemi ini, trend  pertumbuhan perusahaan e-commerce di Indonesia menujukkan arah positif, dengan munculnya para pemain baru di antara para raksaksa  yang sudah lama bertahta seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli dan  Bukalapak.

Tidak hanya di ibukota Jakarta, di Bandung juga bermunculan perusahaan e-commerce,  salah satunya Mode Mart & Hello Bisnis yang sudah “merapat” ke Shopee dan Tokopedia.

 Meski baru meluncur di tahun 2020, Mode Mart & Hello Bisnis yang merupakan bagian dari kelompok usaha  PT. PT. Wynettes  Walden Internasional (WWI), sudah menghimpun ratusan para pemilik brand product dan memasarkan ribuan produk secara online.

Steven Souw, Manajer Mode Mart & Hello Bisnis, sangat optimis mengenai arah perkembangan e-commerce di tanah air, khususnya di Bandung dan Jawa Barat pada umumnya, mengingat banyaknya produsen – termasuk pelaku UMKM – yang membutuhkan saluran alternative pemasaran produk. Tidak hanya mengandalkan saluran pemasaran konvensional.*

×